Nama : Kitnas Dian Purwitasari
NIM : 5302410149
Rombel : 03
Dosen : Arief Arfriandi
Membuat
suatu LAN yang sederhana untuk satu atau dua buah server dan hingga 12 buah
workstation relatif sangat mudah dilakukan. Cukup dengan menghubungkan server
dan workstation tersebut dengan suatu HUB atau Switch, maka kita sudah dapat
membuat suatu LAN yang dapat bekerja dengan baik.
Namun jika jumlah server dan workstation berjumlah banyak dan berada di lantai atau gedung yang berlainan, seperti jaringan untuk kampus dan hotel, maka perencanaan atau desain suatu LAN tidaklah terlalu mudah. Banyak faktor-faktor yang harus kita perhatikan agar LAN dapat bekerja dengan baik dan dapat mengatasi arus lalulintas data. Faktor-faktor tersebut antara lain:
Namun jika jumlah server dan workstation berjumlah banyak dan berada di lantai atau gedung yang berlainan, seperti jaringan untuk kampus dan hotel, maka perencanaan atau desain suatu LAN tidaklah terlalu mudah. Banyak faktor-faktor yang harus kita perhatikan agar LAN dapat bekerja dengan baik dan dapat mengatasi arus lalulintas data. Faktor-faktor tersebut antara lain:
a. Bagaimana membuat jalur yang dapat berfungsi
secara optimal?
b. Bagaimana memberi prioritas pada jaringan tertentu?
c. Bagaimana menentukan jalur alternatif jika terjadi
kemacetan atau kesalahan dalam jaringan?
d. Bagaimana agar beban atau bandwidth jaringan seimbang?
e. Bagaimana mengamankan jaringan?
Pada
dasarnya perancang jaringan komputer yang baik harus mengikuti beberapa prinsip
sebagai berikut:
·
Perhitungkan
bandwidth yang dibutuhkan, yang sangat penting agar backbone jaringan dapat
menunjang pengiriman data antarsegmen. Hal ini dilakukan dengan menentukan
jumlah maksimum workstation dalam satu segmen, atau menentukan jenis peralatan
dan protokol jaringan yang tepat.
·
Pelajari
aplikasi yang digunakan oleh pemakai, misalnya pemakaian database dengan
client-server dimana penggunaan sumber daya yang efektif adalah sangat penting.
Misalnya berapa jumlah koien yang dapat berhubungan dengan server.
·
Perhatikan
jalur-jalur kritis di mana jika jalur tersebut terputus maka hubungan ke suatu
segmen jaringan bisa dialihkan ke jalur alternatif atau backup.
·
Perhatikan
keseimbangan beban di jaringan (load balance), di mana jalur ganda dapat
digunakan bergantung pada beban jaringan.
·
Pergunakan
model desain hierarki dalam mendesain suatu jaringan yang kompleks.
Model desain hierarki yang disebutkan diatas
adalah suatu model untuk mendesain jaringan komputer yang banyak dipakai oleh
para perancang jaringan, dengan model ini jaringan dibagi dalam tiga lapisan
yang berdiri sendiri-sendiri dan mempunyai fungsi sendiri-sendiri.
Desain
hierarki
pengaturan topologi jaringan komputer yang ideal yang dibuat
seperti dibawah ini :
3 lapisan model hierarki adalah:
1. Lapisan Inti (Core)
Lapisan ini merupakan backbone (tulang punggung) jaringan. Dalam lapisan ini, data-data diteruskan secepatnya dengan menggunakan metode dan protokol jaringan yang tercepat misalnya Fast Ethernet 100 Mbps, Gigabit Ethetnet, FDDI atau ATM. Pada layer ini bertanggung jawab untu mengirim traffic scara cepat dan andal. Tujuannya hanyalah men-switch traffic secepat mungkin (dipengaruhi oleh kecepatan dan latency).
Lapisan ini merupakan backbone (tulang punggung) jaringan. Dalam lapisan ini, data-data diteruskan secepatnya dengan menggunakan metode dan protokol jaringan yang tercepat misalnya Fast Ethernet 100 Mbps, Gigabit Ethetnet, FDDI atau ATM. Pada layer ini bertanggung jawab untu mengirim traffic scara cepat dan andal. Tujuannya hanyalah men-switch traffic secepat mungkin (dipengaruhi oleh kecepatan dan latency).
Kegagalan pada core layer
dan desain fault toleranceuntuk level ini dapat dibuat sbb :
Yang
tidak boleh dilakukan :
·
tidak
diperkenankan menggunakan access list, packet filtering, atau routing VLAN.
·
tidak
diperkenankan mendukung akses workgroup.
·
tidak
diperkenankan memperluas jaringan dengan kecepatan dan kapasitas yang lebih
besar.
Yang boleh dilakukan :
- melakukan desain untuk keandalan
yang tinggi ( FDDI, Fast Ethernet dengan link yang redundan atau ATM).
- melakukan desain untuk kecepatan
dan latency rendah.
- menggunakan protocol routing dengan waktu konvergensi yang rendah.
2. Lapisan Distribusi (Distribution)
Dalam
lapisan ini diadakan pembagian atau pembuatan segmen-segmen beradasarkan
peraturan yang akan dipakai oleh suatu perusahan, di mana misalnya jaringan
dibagi atas departemen-departemen atau workgroup.
Dalam lapisan ini penyaringan/filter data akan dilakukan untuk pembatasan berdasarkan domain collison, pembatasan dari broadcast dan untuk keamanan jaringan. VLAN juga dapat dibuat di lapisan ini untuk menciptakan segmen logika.
Dalam lapisan ini penyaringan/filter data akan dilakukan untuk pembatasan berdasarkan domain collison, pembatasan dari broadcast dan untuk keamanan jaringan. VLAN juga dapat dibuat di lapisan ini untuk menciptakan segmen logika.
3.
Access Layer
Pada layer ini menyediakan aksess jaringan
untuk user/workgroup dan mengontrol akses dan end user local ke Internetwork.
Sering di sebut juga desktop layer. Resource yang paling dibutuhkan oleh
user akan disediakan secara local. Kelanjutan penggunaan access list dan
filter, tempat pembuatan collision domain yang terpisah (segmentasi). Teknologi
seperti Ethernet switching tampak pada layer ini serta menjadi
tempat dilakukannya routing statis.
Kebetulan dalam jaringan Internal UAD sudah
menerapkan desain tersebut diatas dengan detail spesifikasi teknis sbb:
·
Core
Layer di
tangani mesin core.uad.ac.id BSD Minded dipadukan dengan Cisco
Catalyst L3 (support multilayer) [118.97.x.x] dimana menangani
jalur backbone utama ke ISP dan jalur Inherent
·
Distribution
Layer di
tangani mesin router Mikrotik 3.23 level 6 menangani routing terpusat, jadi
semua unit /lokasi tidak ada NAT kecuali untuk Lab, sehingga kita bisa
terhubung ke semua device pada masing-masing unit /kampus.
·
Access Layer ditangani mesin Mikrotik Router 3.23 level 6 dengan di bantu managable switch besutan Nortel dengan spesifikasi Nortel 2550T menangani VLAN di masing-masing kampus.
Access Layer ditangani mesin Mikrotik Router 3.23 level 6 dengan di bantu managable switch besutan Nortel dengan spesifikasi Nortel 2550T menangani VLAN di masing-masing kampus.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar