Kitnas Dian P.-5302410149
Pengolahan Citra
Apa itu
CITRA ?
Citra (image)1 –istilah lain untuk gambar– sebagai
salah satu komponen multimedia memegang peranan sangat penting sebagai bentuk
informasi visual. Citra mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh data
teks, yaitu citra kaya dengan informasi.
Definisi :
Pengolahan citra
adalah pemrosesan citra, dengan maksud untuk mendapatkan kualitas citra yang
diinginkan (lebih baik yang bersifat relatif ).
Konsep :
Di
dalam bidang komputer, sebenarnya ada tiga bidang studi yang berkaitan dengan
data citra, namun tujuan ketiganya berbeda, yaitu:
1.
Grafika Komputer (computer graphics).
2.
Pengolahan Citra (image processing).
3.
Pengenalan Pola (pattern recognition/image interpretation).
Hubungan
antara ketiga bidang (grafika komputer, pengolahan citra, pengenalan
pola)
ditunjukkan pada Gambar berikut :
OPERASI
– OPERASI DALAM PENGOLAHAN CITRA
Operasi-operasi yang dilakukan di dalam pengolahan citra
banyak ragamnya. Namun, secara umum, operasi pengolahan citra dapat diklasifikasikan
dalam beberapa jenis sebagai berikut :
1.
Perbaikan kualitas citra (image enhancement).
Jenis operasi ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra
dengan cara memanipulasi parameter-parameter citra. Dengan operasi ini,
ciri-ciri khusus yang terdapat di dalam citra lebih ditonjolkan. Contoh-contoh
operasi perbaikan citra:
a) perbaikan
kontras gelap/terang
b) perbaikan
tepian objek (edge enhancement)
c) penajaman
(sharpening)
d) pembrian
warna semu (pseudocoloring)
e) penapisan
derau (noise filtering)
Gambar
1.6 adalah contoh operasi penajaman. Operasi ini menerima
masukan
sebuah citra yang gambarnya hendak dibuat tampak lebih tajam.
Bagian citra yang ditajamkan
adalah tepi-tepi objek.
2.
Pemugaran citra (image restoration).
Operasi
ini bertujuan menghilangkan/meminimumkan cacat pada citra. Tujuan pemugaran
citra hampir sama dengan operasi perbaikan citra. Bedanya, pada pemugaran citra
penyebab degradasi gambar diketahui.
Contoh-contoh
operasi pemugaran citra:
a.
penghilangan kesamaran (deblurring).
b.
penghilangan derau (noise).
Gambar
1.7 adalah contoh operasi penghilangan kesamaran. Citra masukan adalah citra
yang tampak kabur (blur). Kekaburan gambar mungkin disebabkan pengaturan
fokus lensa yang tidak tepat atau kamera bergoyang pada pengambilan gambar.
Melalui operasi deblurring, kualitas citra masukan dapat diperbaiki
sehingga tampak lebih baik.
Jenis operasi ini dilakukan agar citra dapat
direpresentasikan dalam bentuk yang lebih kompak sehingga memerlukan memori
yang lebih sedikit. Hal
penting
yang harus diperhatikan dalam pemampatan adalah citra yang telah dimampatkan
harus tetap mempunyai kualitas gambar yang bagus. Contoh metode pemampatan
citra adalah metode JPEG. Perhatikan Gambar 1.8. Gambar sebelah kiri adalah
citra kapal yang berukuran 258 KB. Hasil pemampatan citra dengan metode JPEG
dapat mereduksi ukuran citra semula sehingga menjadi 49 KB saja.
4. Segmentasi citra (image segmentation).
Jenis
operasi ini bertujuan untuk memecah suatu citra ke dalam beberapa segmen dengan
suatu kriteria tertentu. Jenis operasi ini berkaitan erat dengan pengenalan
pola.
5. Analisis citra (image analysis)
Jenis
operasi ini bertujuan menghitung besaran kuantitif dari citra untuk menghasilkan
deskripsinya. Teknik pengorakan citra mengekstraksi ciri-ciri tertentu yang
membantu dalam identifikasi objek. Proses segmentasi kadangkala diperlukan
untuk melokalisasi objek yang diinginkan dari nsekelilingnya.
Contoh-contoh operasi
pengorakan citra:
a. Pendeteksian tepi objek (edge
detection)
b. Ekstraksi batas (boundary)
c. Representasi daerah (region)
Gambar
1.9 adalah contoh operasi pendeteksian tepi pada citra Camera. Operasi
ini menghasilkan semua tepi (edge) di dalam citra.
Jenis
operasi ini bertujuan untuk membentuk ulang objek dari beberapa citra hasil
proyeksi. Operasi rekonstruksi citra banyak digunakan dalam bidang medis.
Misalnya beberapa foto rontgen dengan sinar X digunakan untuk membentuk
ulang gambar organ tubuh.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar